Kajian pendekatan feminisme prosa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sastra merupakan kata serapan dari bahasa sanskerta, yang berarti “teks yang mengandung intruksi” atau “pedoman”, dari kata sas yang berarti “intruksi” atau “ajaran”, dan kata tra yang berarti alat atau sarana. Kata sastra dikombinasikan dengan kata su yang berarti baik, Jadi secara leksikal susastra berarti kumpulan alat untuk mengajar, buku petunjuk atau buku pengajaran yang baik (Teeuw dalam Ratna, 2005 : 4). Filsuf Horatius mengungkapkan bahwa sebuah karya sastra haruslah dulce, utile, prodesse et delectare (indah, berguna, manfaat, dan nikmat). Oleh karena itu sastra dikaitkan dengan estetika atau keindahan. Selain pada isinya, lokus keindahan sastra terletak pada bahasa. Dalam sebuah karya sastra, bahasa yang dipakai terasa berbeda dengan bahasa sehari-hari. Untuk memahami karya sastra diperlukan pemahaman tentang ilmu sastra. Ilmu sastra menjelaskan tentang sastra sebagai salah satu disiplin ilmu humaniora yang akan mengantarkan kearah ...