Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Kajian pendekatan feminisme prosa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sastra merupakan kata serapan dari bahasa sanskerta, yang berarti “teks yang mengandung intruksi” atau “pedoman”, dari kata sas yang berarti “intruksi” atau “ajaran”, dan kata tra yang berarti alat atau sarana. Kata sastra dikombinasikan dengan kata su yang berarti baik, Jadi secara leksikal susastra berarti kumpulan alat untuk mengajar, buku petunjuk atau buku pengajaran yang baik (Teeuw dalam Ratna, 2005 : 4). Filsuf Horatius mengungkapkan bahwa sebuah karya sastra haruslah dulce, utile, prodesse et delectare (indah, berguna, manfaat, dan nikmat). Oleh karena itu sastra dikaitkan dengan estetika atau keindahan. Selain pada isinya, lokus keindahan sastra terletak pada bahasa. Dalam sebuah karya sastra, bahasa yang dipakai terasa berbeda dengan bahasa sehari-hari. Untuk memahami karya sastra diperlukan pemahaman tentang ilmu sastra. Ilmu sastra menjelaskan tentang sastra sebagai salah satu disiplin ilmu humaniora yang akan mengantarkan kearah ...

Pengertian sosiolinguistik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah alat komunikasi dan interaksi. Pada hakikatnya bahasa hanya dimiliki oleh manusia. Dalam kehidupan bermasyarakat manusia membutuhkan bahasa sebagai alat komunikasi. Berdasarkan penggunaan dan fungsi bahasa, bahasa dapat dikaji dengan hal-hal atau faktor-faktor yang berada di luar bahasa yang berkaitan dengan pemakaian bahasa itu oleh para penuturnya di dalam kelompok-kelompok sosial kemasyarakatan. Pengkajian tersebut dinamakan dengan pengkajian bahasa dari faktor luar, karena mengkaji hubungan bahasa dengan masyarakat dan lingkungan sosial. Pengkajian dari faktor luar inilah yang menghasilkan penjelasan-penjelasan yang berkaitan dengan kegunaan dan penggunaan bahasa dalam semua kegiatan manusia di dalam lingkungan sosial. Pengkajian bahasa dari faktor luar membutuhkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan penggunaan bahasa yaitu manusia dan lingkungan sosial, sehingga hasilnya  berupa ilmu sosiolinguistik. Sosiolinguistik merupak...

Pemerolehan bahasa ke dua

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan sarana perumusan maksud, melahirkan perasaan, dan memungkinkan kita menciptakan kegiatan sesama manusia, .mengatur berbagai aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan rnasa depan kita. Bahasa sebagai alat komunikasi diperoleh manusia sejak lahir sampai usia lima tahun, yang dikenal dengan istilah pemerolehan bahasa. Orang dewasa selalu terpesona oleh hampir perkembangan bahasa yang ajaib pada anak-anak. Meskipun sepenuhnya lahir tanpa bahasa, pada saat mereka berusia 3 atau 4 tahun, anak-anak secara khusus telah memperoleh beribu-ribu kosakata, sistem fonologi dan gramatika yang kompleks, dan aturan kompleks yang sama untuk bagaimana cara menggunakan bahasa mereka dengan sewajarnya dalam banyak latar sosial. Pemenuhan ini terjadi pada setiap masyarakat yang dikenal, apakah terpelajar atau bukan, dalam tiap-tiap bahasa dari Afghan hingga ke Zulu, dan hampir pada semua anak-anak, dengan mengab...